Thursday, January 12, 2012

Mie Koclok Mas Edi


Nyaaammmm...liatnya aza jadi pengen kesana lagi hihihihi...emang enak banget Mie Koclok asli Cirebon ini. Isinya tuh cuman mie, telor, tauge dan ada suwiran ayam nya, disiram kuah santan kental...wah bener-bener nikmat dehhh...


Nah waktu itu saya makan di Mie Koclok Mas Edi, lokasinya dekat penjual Gado-gado Ayam yaitu di Jl. Lawanggada, tapi kalau Mie Koclok ini ada di seberang Toko-toko Seragam. Dan lagi Mie Koclok Mas Edi baru buka di sore hari, sekitar jam 4 sore.
Mie Koclok Mas Edi dibandrol harga Rp.10.000,-/porsi nya.
Jangan lupa mampir yaaa kalo pas ke Cirebon :)

Gado-Gado Ayam Bu Hj. Rum


Satu lagi makanan khas Cirebon nih...kebanyakan dijual pagi-pagi...namanya GADO-GADO AYAM. Biasanya penjual mulai berjualan sekitar jam 7 pagi sampai siang hari saja. Gado-gado ayam gak sama seperti gado-gado biasa yaa...bedanya adalah karena menggunakan ayam (iya lah namanya juga Gado-gado ayam hehehe) dan juga disiram dengan kuah santan.



Wahhh paling enak dimakan hangat-hangat di pagi hari...bener-bener cocok buat sarapan deh.
Gado-gado ayam Bu Hj. Rum ini dibandrol dengan harga yang lumayan ...1 porsi itu dihargai Rp.15.000,- tapi memang harga nya sesuai dengan rasanya yang enaaakkk banget...suami saya selalu nambah 1/2 porsi kalo makan disitu.
Letak Gado-gado ayam Bu Hj. Rum ini ada di Jalan Lawanggada, sebelum jalan kereta. Jangan terlalu siang kalo mau makan disitu karena biasanya jam 11-an saja sudah habis.

Monday, August 15, 2011

Iga Bakar Tiga


Wahhh kalo liat fotonya jadi berasa laper and pengen kesana lagi deh hehehehe...yang di foto itu Iga Bakar BBQ pesenanku, enak banget lhooo...hubby makan Iga Bakar Original, tapi udah keburu dimakan jadi gak sempet foto, terlalu semangat buat cepet-cepet makan kayaknya hehehe

Ini ceritanya aku dan hubby abis anterin titipan saudara ke Stasiun Cirebon, pas malam minggu, daerah deket Stasiun emang rame banget, terus kita ngelewatin satu rumah makan yang namanya IGA BAKAR TIGA.


Hubby dengan semangat 45 (maklum masih Agustus-an) langsung ajakin makan di Iga Bakar Tiga ini, karena dia emang pengen banget nyobain katanya. Akhirnya sepulang dari Stasiun kita langsung puter balik deh menuju ke resto nya. Susah payah cari tempat parkiran, kok ya pas ada mobil yang baru keluar dari tempat parkir. Akhirnya berhasillah malem mingguan makan di IGA BAKAR TIGA hehehe

Gak nyesel banget deh dipaksa-paksa hubby makan disitu, karena ternyata makanannya enak banget, pelayanannya juga ramah. Iga bakar yang kita makan itu udah enggak pake tulang, jadi gampang banget makannya, trus empuk pula, jadi gak perlu yang namanya perang tarik-tarik daging hihihi terus kita bisa pilih mau pakai nasi atau kentang. Dan di piring iga bakar tersebut kita juga mendapatkan salad dan 1 mangkok kecil kuah yang kaldunya berasa banget dan masih hangat, jadi tambah enak deh. Untuk soal harga saya pikir harganya udah termasuk murah untuk iga bakar, karena iga bakar + kentang yang saya makan hanya dibandrol Rp.32.500,- saja. Murah kan? Padahal kualitasnya sangat gak murahan lhooo...

Tempat makannya pun asik, ada yang di dalam ruangan juga ada yang diluar ruangan, asik banget buat tempat nongkrong dan ngobrol-ngobrol sama keluarga dan teman. Bentuk restonya seperti rumah biasa, jadi bikin makin betah aza.

Untuk mencari resto IGA BAKAR TIGA gak susah kok, tinggal ke Jalan Siliwangi, di seberang Hotel Prima, dekat Balai Kota. Kalau kesana malam hari lebih gampang lagi, karena di halaman resto nya ada pohon yang dipasangi lampu warna biru yang seakan-akan menetes dari pohon. Keren banget.



IGA BAKAR TIGA
Jl. Siliwangi No.90
(Belakang Halte Djarum)
Cirebon
Telp. 0231-9199266
Buka Jam : 10.00 - 22.00 WIB

Saturday, August 6, 2011

Kerupuk Melarat

"Hah? Kerupuk Melarat? Ada kerupuk kaya enggak?"

Begitu biasanya jawaban teman-teman saya kalau saya tawari kerupuk melarat alias mares. Nama kerupuk ini memang aneh, entah kenapa dan bagaimana ceritanya sampai disebut sebagai kerupuk melarat. Karena melarat artinya miskin, saya berkesimpulan mungkin dinamakan begitu karena kerupuk ini digoreng tanpa menggunakan minyak. Nah kerupuk melarat ini juga kadang disebut kerupuk mares, singkatan dari lemah ngeres yang artinya pasir. Kenapa kok disebut mares? Karena kerupuk ini digoreng menggunakan pasir, tapi tentu saja pasirnya sudah melalui proses pembersihan yaitu dengan cara dikeringkan dan disaring.


Karena proses pembuatannya yang hanya menggunakan pasir maka harga kerupuk ini pun sangat murah, hanya Rp.1000,- per plastik nya, dengan isi sekitar 5 kerupuk. Kerupuk melarat dibuat dengan warna merah muda, kuning dan putih dan dipasarkan tanpa merk. Biasanya penjual juga menyediakan sambal kacang/sambal asam untuk teman makan kerupuk melarat, dengan cara disiramkan diatasnya.


Kerupuk melarat gampang ditemui dimanapun di sekitar Cirebon, bahkan di depan rumah saya pun ada yang jual. Jangan lupa dicicipi kalo mampir ke Cirebon yaaaa...

Thursday, August 4, 2011

Empal Gentong


Wah kalo ngomongin empal gentong pasti udah pada tau deh, soalnya kan salah satu mie instant terkenal pun sampai membuat mie instant dengan rasa empal gentong.
Di Cirebon empal gentong bisa ditemukan dimana aza, apalagi kalo udah di daerah Pasar Kanoman, banyak banget yang jualan empal gentong disana. Rasanya pun hampir sama, kalau menurut selera saya.


Kebetulan pas saya berbelanja ke Pasar Kanoman, saya mampirnya ke Empal Gentong Daging Sapi Ibu Sarini. Empal gentong ini isinya bisa berupa daging saja atau dengan jeroan, jadi waktu memesan jangan lupa sebutkan mau pakai jeroan atau tidak. Dan juga bisa memilih makan dengan nasi atau lontong. Nah keunikan dari empal gentong ini juga terletak pada cabai bubuknya, jadi untuk rasa pedas tidak pakai sambal yang diulek, melainkan cabai bubuk, nikmat dehhh.


Harganya juga relatif murah lah, 1 porsi empal gentong + nasi dengan minum teh botol (ngiklan) hanya dibandrol seharga Rp.16.500,- saja. Dijamin kenyang dehhh.

Wednesday, August 3, 2011

Museum Linggarjati

Museum Linggarjati sangat terkenal karena gedung yang dipakai sebagai Museum tersebut dulunya adalah tempat diadakannya perundingan Linggarjati. Museum ini terletak di daerah bernama Linggarjati yang termasuk dalam Kabupaten Kuningan.

Di lokasi sekitar Museum Linggarjati ini pun sekarang banyak tempat-tempat wisata, sehingga makin banyak yang berkunjung ke daerah Linggarjati. Sayangnya kebanyakan orang lebih seneng bermain di tempat wisata daripada berkunjung ke museum.

Museum ini dirawat dengan sangat baik, sehingga gedung maupun lahan di sekitarnya terlihat sangat bersih dan indah. Lalu di dalam gedungnya pun semua barang-barang dari zaman perundingan ditata dengan rapih sesuai dengan kondisi yang sebenarnya pada saat perundingan berlangsung, memang ada beberapa barang yang dibuat ulang, tapi benar-benar dibikin dan ditata sama seperti pada waktu Perundingan Linggarjati berlangsung. Ditambah lagi dengan adanya foto-foto dan maket, membuat makin banyak pengetahuan yang bisa kita dapat tentang Perundingan Linggarjati. Disana juga ada para petugas yang siap memberikan penjelasan tentang museum maupun tentang perundingan Linggarjati.

Mudah-mudahan makin banyak orangtua yang mau mengajak anak-anaknya berkunjung ke museum yaaa...karena banyak pengetahuan yang bisa kita dapatkan.


Kaladama




Kaladama ini memang mirip Tahu Gejrot, bedanya kalau kaladama ini pake ketupat.

Beda dari tahu gejrot yang bisa ditemui di setiap sudut kota Cirebon, kaladama ini cuma ada di kota kecil tempat saya lahir dan tinggal sekarang ini, Sindanglaut, karena memang kaladama ini khas dari Sindanglaut.

Sama persis seperti tahu gejrot, isi nya adalah tahu dengan siraman kuah cair dari gula merah, biasanya memakai cabe rawit dan bawang merah, nah untuk kaladama ini ditambah dengan ketupat. Rasanya maknyus dan bikin kenyang.

Asal nama kaladama dari bahasa Sunda "ka lada, ma" yang artinya "yang pedes, mang", jadi gak afdol kalo makan kaladama tapi gak pake cabe.

Kalo tahu gejrot kebanyakan penjualnya ibu-ibu dengan menaruh dagangan nya diatas kepala, kalau kaladama ini biasanya yang jual itu lelaki dengan menggunakan pikulan atau gerobak dorong.

Harganya murah banget, 1 tempat ini cuman 2.500 aza lho.

Kalau mau coba rasanya, silahkan mampir ke Sindanglaut yaaa...